Bandung, 29 Juni 2018

Organisasi PJI hendaknya mampu menjadi motor penggerak dan terus aktif menggulirkan semangat perjuangan terwujudnya ruang pengaturan pesan, posisi dan kedudukan yang tegas, eksplisit dan jelas bagi Kejaksaan. Hal tersebut disampaikan Raja Nafrizal saat membacakan amanat Jaksa Agung dalam upacara peringatan HUT PJI ke-25 tahun 2018 di lapangan tengah kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jumat pagi (29/6).

Melalui tema "Menjaga Harkat dan Martabat Profesi untuk Memperkuat Konstitusional Institusi Kejaksaan" tentunya tema tersebut sangat relevan mengingat kedudukan Kejaksaan dalam konstitusi yang perlu diperjelas posisi dan tempatnya dalam tatanan ketatanegaraan. "Kejaksaan seharusnya merupakan organ negara utama (main state organ) selama ini seolah-olah menjadi lembaga yang dianggap tidak penting yang tidak perlu diberi tempat serta kedudukan tersendiri. Sementara itu lembaga-lembaga penunjang (auxiliary state organ) yang fungsi sesungguhnya sebatas sebagai pelengkap organ utama negara justru mendapat perhatian dan diatur secara jelas dalam konstitusi, " ujar Kajati.

"Diharapkan PJI akan tetap mampu memelihara sikap aktif dan pro aktif berkenaan dinamika perkembangan hukum dan tuntutan rasa keadilan di tengah masyarakat yang berkaitan dengan dengan tugas penegakan hukum yang harus diemban dengan baik dan benar. Semoga organisasi Persatuan Jaksa Indonesia semakin, semakin kuat, semakin memberi arti dan semakin membanggakan kita semua," tutup Kajati.

Hadir dalam upacara tersebut Wakajati Jabar, para Asisten, Kabag TU, Koordinator, para Kasi dan seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. (zM/gaF)